Saturday, August 1, 2015

(Prompt) Ceritera Agustus 1

Prompt ini diambil dari cerpen: Pulang, karya Endah Raharjo.

Hari sudah menjelang petang ketika aku sampai di rumah. Kubuka gerbang tanpa suara. Aku yakin ada orang di dalam karena gorden masih terbuka dan ada bias-bias cahaya dari lampu duduk di ruang tengah. Kuketuk pintu pelan-pelan. Sebuah wajah yang amat kukenal menyembul begitu pintu terbuka.

Silahkan diteruskan sesuai dengan keinginanmu.

Kamu bisa menulis ceriteramu di kolom komentar bila ingin berbagi dengan KF.

Setelah selesai, baca cerpen Pulang dan bagaimana menurutmu?



1 comment:

  1. Lelaki Favorit

    Hari sudah menjelang petang ketika aku sampai di rumah. Kubuka gerbang tanpa suara. Aku yakin ada orang di dalam karena gorden masih terbuka dan ada bias-bias cahaya dari lampu duduk di ruang tengah. Kuketuk pintu pelan-pelan. Sebuah wajah yang amat kukenal menyembul begitu pintu terbuka.

    "Ah, kamu."

    Aku masuk ke dalam. Mengitarinya perlahan. Memperhatikan apakah ada yang berbeda darinya. Kepalaku dielusnya.

    "Aku merindukan dirimu."

    Aku duduk berdua dengannya di ruang tamu. Dia selalu punya ribuan cerita untuk diceritakan dan aku penggemarnya.

    "Kali ini yang mana ya?"

    Terserah kau saja. Aku akan diam dan mendengarkan. Aku rebahkan kepalaku di pangkuannya. Kalau ada surga di dunia tentunya adalah pangkuannya dan suaranya yang lembut. Sambil masih mengelus kepalaku dia memulai cerita.

    "Ini tentang seorang perempuan yang aku cintai."

    Apa? Adakah yang lain yang ia cintai? Kepalaku sedikit terangkat ke atas dan elusannya berhenti.

    "Kau cemburu? Haha tenanglah. Dia sudah pergi."

    Aku kembali membuat diriku nyaman dan menurunkan kepalaku lagi.

    "Dia adalah mantan istriku. Seseorang yang dulu adalah duniaku."

    Ia bercerita tentang perempuan itu. Yang matanya terang, pipinya merah dan kulitnya lembut. Tentang masakan perempuan itu yang terlalu asin tapi selalu dia rindukan. Tentang kehidupan bersamanya hingga saat perempuan itu terpaksa ia lepaskan. Perempuan itu memilih untuk lupa dan meninggalkannya. Sepertinya itulah yang merebut semua cahaya hidup dari lelaki ini.

    "Aku tidak pernah lupa bagaimana rasa kue dan senyum terakhirnya. Aku marah tapi sekaligus aku rela jika itu jalan yang terbaik baginya."

    Dia menghentikan mengelus kepalaku dan menatap lurus ke suatu sudut yang kosong. Nanar pandangannya. Kemudian dia meneteskan air mata yang lalu ia seka dengan tangan kirinya. Setelah itu, ia menatapku.

    "Apakah kau lapar? Aku ke dapur dulu untuk mengambil makanan untukmu. Permisi."

    Dia berdiri. Tubuhnya tidak lagi tegak dan kau bisa melihat punggung itu pernah menanggung kesedihan dan penderitaan yang berat. Rambutnya warna perak dan kulitnya keriput. Dia cukup tua tapi dia tetap lelaki favoritku.

    'Bruk'

    Sesuatu jatuh di dapur. Aku berdiri dan berlari ke arah sumber suara. Dia terjatuh dan tidak bergerak lagi. Aku mencari tanda-tanda kehidupan tapi sudah lenyap entah kemana.

    Aku berkeliling dan bolak-balik ke sana kemari. Apa yang harus kulakukan. Aku tidak bisa menelepon atau menghubungi orang lain. Aku keluar dari pintu yang sama aku masuk. Aku berlari keluar. Lalu menggonggong, sekuat-kuatnya menggonggong.

    Tolong, seseorang tolonglah tuanku! Tuhan, siapa saja. Tolonglah lelakiku.

    Link di Blog: https://rinaldyusuf.wordpress.com/2015/08/02/lelaki-favorit-ceritera-agustus-1-pulang/

    ReplyDelete