Wednesday, June 1, 2011

Puisi Budi Van Boil (1)

Gadis kecil berlompat-lompatan, tawanya renyah mengundang ceriaku yang sedari tadi beku.

Rona merah terganti cerah, mendung di atas padang ilalang berganti awan-awan putih berhias pelangi.

Kupu-kupu nampak menari-nari, gadis kecil menggoda hati, kedamaian hujan merajut kesejukan, diantara bulir-bulir biasan cahayanya yang tinggalkan sembab.

Gadis kecilku menawarkan surga di pelupuk mataku, lewat kecerian yang riang.

Duri-duri di jalan tersibak kelakar lugu, pilu-pilu ombak dihati, menyingkap makna rindunya haru yang terbelenggu.

Ah...

Surgaku tak tersembunyikan lagi, karena gadis kecilku telah melemparkan neraka dengan senyum dan tawanya.

11 comments:

  1. kenapa ada neraka di senyum gadis kecil?

    ReplyDelete
  2. @untuk yang tak bernama : neraka disini bukan ada tapi senyum yang membuang neraka dan menghadirkan surga, saya yakin seperti itu.

    keren mas budi .. ;)

    ReplyDelete
  3. Suka dua baris terakhir...

    Minum coklat dulu yuk, Boil..

    ga ngopi... :D

    ReplyDelete
  4. hehe makasih, untuk anonimus : itu sekedar kiasan, bahwa surga itu ada nyatanya lewat segenap rasa bahagia yang tak terlukiskan :)
    makasih semua :)

    mari ngopi dan ngudud lagi yuk :)

    ReplyDelete
  5. kebahagiaan selalu berhias kepedihan --> begitukah maksudnya?
    Keren!

    ReplyDelete
  6. tepatnya begitu, bagai malam dan siang, namun diantara malam dan siang ada pagi, sore, dan senja, bahkan tengah malam dan subuh hehehe :lol:

    ReplyDelete
  7. Manis dan lugas, juga jujur. Serupa gadis kecil ceria yang menari-nari di taman penuh bebunga. :)

    ReplyDelete
  8. tak ku sangka bud...dirimu ..oh...aku suka puisi ini

    ReplyDelete
  9. Anak2 memang menyenangkan, walaupun kalau sedang nakal dan nyebelin bisa menjadi "neraka" tersendiri, hahaha.

    ReplyDelete