Friday, June 12, 2015

JUMP! #3 HOROR/THRILLER/MISTERI

Prompt kita kali ini untuk mengeksplorasi sisi gelapmu. Semua orang punya sisi gelap, sampai sejauh mana kita berani berimajinasi?

1. Seorang perempuan terbangun dalam bathtub yang diisi penuh dengan es batu tanpa rasa sakit pada tubuhnya, tetapi ia merasa ada sesuatu yang hilang. 

2. Tokoh utamamu memiliki kemampuan untuk melihat hantu, tetapi hanya hantu-hantu dari mereka yang meninggal secara tragis.

3. Melalui sudut pandang seorang pembunuh berantai, jelaskan bagaimana ia memandang perbuatannya dan bagaimana ia membenarkan perbuatannya.

Selamat menulis!

1 comment:

  1. prompt no.2
    Sheila tahu semua orang dalam gerbong KRL itu tengah menatap dirinya. Beberapa dari mereka hanya berani mencuri pandang lalu membuang muka. Namun banyak dari mereka menatapnya terus tanpa merasa jengah. Bahkan saling berbisik-bisik dengan penumpang lain sambil melemparkan pandangan mencemooh pada dirinya. Tapi tidak ada yang dapat ia lakukan untuk mencegah mereka semua agar jangan melakukan hal itu. Ia sudah terlalu takut.
    Takut pada wanita yang terus mengikutinya sejak ia naik ke gerbong KRL ini. Wanita dengan pakaian yang dipenuhi noda darah. Matanya tidak bisa menolak rasa ingin tahu dari mana darah yang begitu banyak itu berasal. Dan matanya menangkap sesuatu di dada kiri wanita tersebut. Luka yang menganga di sana... Dan Sheila hanya bisa ketakutan di tempat duduknya ketika wanita itu berdiri dihadapannya... Orang-orang mulai menghindarinya dengan duduk di tempat lain karena ia menggelisahkan mereka. Namun, ia menyadari ada seseorang yang tetap berada di tempat duduknya.
    Seorang pria.. Pria paruh baya yang terus menatapnya dengan sesekali menyeringai. Ia tidak menyukai cara pria itu memandanginya. Seolah pria itu hendak menelanjanginya di dalam gerbong ini... Kemana lagi ia harus membuang pandangannya? Tunggu, wanita itu sekarang tidak lagi berdiri di dekatnya. Ia terhenyak ketika melihat wanita itu sekarang tengah berdiri di dekat pria tersebut. Matanya tertuju hanya pada pria tersebut. Dan aneh... Ia terlihat...sedih? Atau marah? Apakah...

    Dan Sheila menjerit ketika wanita itu mendadak kembali ada di hadapannya... Ia tidak tahan lagi dan memutuskan untuk turun ketika terdengar suara kalau mereka sudah sampai di stasiun Depok Baru. Ia berharap tidak terlalu banyak penumpang saat turun. Tapi...ah, gila... Mengapa ada banyak orang yang berusaha naik sementara ia masih berusaha turun? Apakah ia salah mengambil keputusan untuk turun di stasiun ini? Tidak. Ia tidak ingin lebih lama lagi berada dalam gerbong itu.
    Sheila merasa lega ketika akhirnya ia merasakan wanita itu tidak lagi mengikutinya. Ia tidak ingin tahu apakah wanita itu tengah memperingatkannya akan sesuatu. Ia hanya lelah untuk terus-terus melihat hal yang tidak bisa dilihat oleh orang lain. Setidaknya ia merasa sedikit lebih tenang karena bisa terbebas dari wanita itu. Dan ia melontarkan senyuman pada seorang pria yang tengah menatapnya. Ia tidak kenal pria itu tapi ia terlihat biasa saja. Tidak ada bercak darah atau hal yang mengerikan lainnya.
    Sheila terlalu gembira dan ia luput melihat ketika pria itu perlahan mendekatinya tanpa menjejakkan kakinya ke platform...

    ReplyDelete