Wednesday, June 1, 2011

Puisi Meddy Danial

Sekeping Senja Pada Sebuah Rindu di Musim Semi

Sekeping senja
menorehkan musim semi hatiku
Yang menghembus dalam hari-hariku
Mengenang hati yang kurindu.

Masih tersisa beberapa keping senja
Tapi, takkan pernah cukup mengisi relung-relung dalam hatimu yang selembut bunga di musim semi
Ingin kususuri jejak-jejak kepingan senja kita
Yang pernah bertebaran kupu-kupu dalam tarian musim semi kita

Kalung salib kayumu menggantung indah dalam serasi tubuhmu
Melayang-layang bersama tarian musim semimu
Meliuk sempurna mengikuti gerakan pirroutte yang selalu membuatku berdecak kagum.
Burung-burung musim semi pun larut seirama dalam setiap tarian pada setiap senja kita

Kepingan senja rinduku kini hanya tersisa satu,
Yang melekatkan kenangan erat akan dirimu
Kepingan senja kita, kugenggam erat dan kujaga selalu.
Tak akan pernah kubiarkan lagi menghilang satu-satu dan terkubur dalam senja-senja yang berlalu.

Keindahan senja musim semi kita
kini hanya menjadi sekeping memori rindu
dan sekeping senja telah terukir rindu
Pada cinta kita

Meddy Danial-
For happy commemoration day to someone

8 comments:

  1. Pada sekeping senja rinduku menemukan muara...

    *numpang komen senja*

    ReplyDelete
  2. rindu dalam ruang semi .. wii .. lintasannya terbayang .. ;)

    ReplyDelete
  3. Kepingan senja yang berserakan... punguti satu-satu, masukkan kantong, lalu simpan... hanya keluarkan saat si rindu datang :D

    ReplyDelete
  4. Senja memang indah untuk dilukiskan dengan kata-kata ... ;)

    ReplyDelete
  5. Senja dan kangen.. perpaduan yang memabukkan. Perempuan yang melakukan gerakan pirroutte itu, pastilah perempuan yang terlahir dari senja kesekian yang membuncahkan rindu..

    Suka dengan tulisan ini :)

    ReplyDelete
  6. terima kasih sudah membaca musim semi-ku. Sebetulnya ini adalah tulisan kedua, tulisan yang pertama sudah saya dedikasikan untuk grup kolabs.
    ide musim semi ini mengalir begitu saja, sebuah prompt/entri yg sempat masuk dibenak saya ketika baca novel yg berjudul I ordered my wife from the universe, tapi kemudian berkelindan dengan sirkumstansi yang saya gali dalam kehidupan sehari-hari saya, melalui pengamatan dan pengembaraan yang masuk silih berganti.

    semoga berkenan.
    salam
    MD

    ReplyDelete
  7. Terima kasih untuk Puisi ini, sayangnya ditulis pada tgl 10 Juni, kalau ditulis pada tgl 20 Juni, pasti saya klaim sebagai hadiah buat saya, hahahahaaaa.... *maksa poll!*

    ReplyDelete