Monday, March 7, 2011

Quin

 Gambar diambil dari :
http://crumpets4eva.blogspot.com/2009_01_01_archive.html


Hai. Perkenalkan, namaku Quin. Kamu tau apa yang membawaku bertemu dengan kalian? Jawabannya adalah sebuah pertanyaan. Hmm, bagaimana mungkin sebuah pertanyaan bisa menjadi jawaban? Ah, mengenai hal yang satu itu baiklah kita simpan untuk lain kali saja karena saat ini aku akan bercerita mengenai pertanyaan yang membawaku kepada kalian.

Ya, sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seorang perempuan di suatu sore yang cukup dingin karena hujan baru saja selesai mengguyur bumi yang belakangan ini hanya dihiasi panas terik sang matahari yang enggan berbagi jatah dengan awan mendung.

** untuk membaca versi lengkapnya, silahkan klik di sini**

8 comments:

  1. brilliant! gue pernah ntn film thriller yg rada mirip seperti ini... Tapi gaya penuturan elo membuat gue terperangah pas baca akhirannya :D
    KEREN!

    ReplyDelete
  2. Wahahahaha... OMG, ini toh hasilnya, hahahaaa... SMS itu ternyata adalah clue ttg tulisan ini ^_^

    Indah, keren! Gw selalu aja suka sama lompatan pikiran loe dan pertanyaan-pertanyaan loe yang mengagumkan.

    Btw, please... taruh di sini dong semua notes loe yg di FB dulu itu yang pernah gw baca2, semuanya itu keren untuk bahan perenungan.

    ReplyDelete
  3. Asik bacanya.... ternyata mannequin ya ;-)

    ReplyDelete
  4. Cerita yang inspiratif, Indah. Aku suka paragraf yg ini: "Ya, aku setuju dengan apa yang dikatakan Mira. Ada beragam jenis kebahagiaan dan berbagai macam cara untuk mencapainya. Dan hanya karena kebahagiaan yang aku rasakan itu mungkin berbeda dengan apa yang dirasakan oleh yang lainnya, bukan berarti diriku tidak berbahagia dan harus merasa terjebak dengan keadaanku, iya khan?"
    sip!

    ReplyDelete
  5. gw sukaaaaaa...kerennnn...penyampaian kalimatnya bagus..maksdunya banyak kalimat2 yg bagus...

    ReplyDelete
  6. Saya selalu suka cerita dengan ending tak tertebak seperti ini. Darimana dapat ide ceritanya, Indah? Ini keren sekali soalnya :)

    ReplyDelete
  7. ahahahaaa, entah karena gw dulu pernah bercerita sebagai benda, makanya pikiran gw juga sudah terbawa ke sesuatu dan bukannya seseorang mulai dari pertengahan cerita...gw ngerasa connect aja sama cara penuturan yang penuh liku dan rahasia kayak gini.. ;)
    tapi terlepas dari itu, gw kagum sama cara lo membahas segala sesuatu dengan mendalam dan filosofis...selalu dengan pemikiran2 yg tidak biasa, khas indah.. :D

    ReplyDelete
  8. *ngebayangin gimana seandainya mannequin benar2 berbicara sm manusia*

    Keren bgt mbak, aku juga pernah punya ide buat cerpen seperti ini tapi selalu mentok ditengah2 cerita :(

    ReplyDelete